Senin, 16 April 2012

Fungsi Supervisi Pendidikan

FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN

I.         PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha dasar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.[1]
Dalam dunia pendidikan, tidak terlepas dengan supervisi yang selalu mengacu kepada kegiatan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Supervisi pendidikan adalah suatu usaha dalam memipin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.
Keterangan tentang fungsi-fungsi supervisi pendidikan berikut semoga dapat membantu kita untuk mengetahui apa sebenarnya fungsi dari supervisi.

II.      RUMUSAN MASALAH
A.    Apa Sajakah Fungsi Supervisi Pendidikan Itu?
III.   PEMBAHASAN
A.    Fungsi Supervisi Pendidikan
Seringkali orang sulit dalam membedakan antara fungsi dan tujuan, sebenarnya fungsi bertalian erat dengan badan atau organisasi secara keseluruhan, sedangkan tujuan bertalian dengan kegunaan.[2]
Diadakannya sebuah pengawasan (supervisi) oleh pimpinan sekolah atau atasan adalah sebuah tindakan yang semestinya harus dilakukan untuk mengawasi timbulnya situasi-situasi yang menghambat jalannya administrasi pendidikan di sekolah. Karena hambatan itu semakin lama semakin banyak maka ada kemungkinan tujuan tidak tercapai dalam waktu yang telah dierncanakan. Situasi yang menghambat itu dapat barasal dari berbagai pihak.[3]
Tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam suatu proses kerjasama hanyalah merupakan cita-cita yang masih perlu diwujudkan melalui tindakan-tindakan yang nyata. Begitu juga seorang supervisor dalam merealisasikan program supervisinya memiliki sejumlah tugas dan tanggungjawab yang harus dijalankan secara sistematis.[4]
Secara umum, fungsi dari supervisi pendidikan adalah:
a.       Penelitian
Proses dari penelitian ini meliputi beberapa tahapan, pertama adalah perumusan masalah yang akan diteliti, kedua adalah pengumpulan data, ketiga pengolahan data, dan yang terakhir adalah konklusi hasil penelitian.
b.      Penilaian
Fungsi supervisi dalam hal ini adalah mengevaluasi aspek-aspek positif dan negatif guna menemukan hambatan-hambatan dan mengembangkan kemajuan yang telah ada.
c.       Perbaikan
Supervisi dal;am hal ini mengawasi keadaan umum dan situasi dalam pendidikan, jika belum baik atau belum memuaskan maka akan segera diperbaiki.
d.      Peningkatan
Peningkatan disini supervisor meningkatkan segala sesuatu yang telah baik dan mengembangkan agar lebih maju lagi.[5]
Jadi  fungsi utama supervisi pendidikan ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran. Franseth Jane dan Ayer (dalam Konsep Dasar & teknik Supervisi pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia) mengemukakan bahwa fungsi utama supervisi adalah membina program pengajaran yang ada sebaik-baiknya sehingga selalu ada usaha perbaikan.
Menurut Burton dan Bruckner (dalam Konsep Dasar & teknik Supervisi pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia) fungsi utama supervisi modern ialah menilai dan memperbaiki faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran peserta didik. Sedangkan Briggs mengungkapkan bahwa fungsi utama supervisi bukan perbaikan pembelajaran saja, tetapi untuk mengkoordinasi[6], menstimulasi, dan mendorong ke arah pertumbuhan profesi guru. [7]
Usaha perbaikan merupakan proses yang kontinu[8] sesuai dengan perubahan masyarakat. Masyarakat selalu mengalami perubahan. Perubahan masyarakat membawa pula konsekuensi dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Suatu penemuan baru mengakibatkan timbulnya dimensi-dimensi dan persepektif baru dalam bidang ilmu penegetahuan.
Makin jauh pembahasan tentang supervisi makin nampak bahwa kunci supervisi bukan hanya membicarakan perbaikan itu sendiri, melainkan supervisi yang diberikan kepada guru-guru, seperti yang telah dikemukakan oleh Briggs bahwa supervisi juga merupakan alat untuk mengkoordinasi, menstimulasi dan mengarahkan pertumbuhan guru-guru.[9]
Berikut ini adalah fungsi-fungsi  supervisi pendidikan berdasakan bidangnya:


1.      Dalam bidang kepemimpinan
a.       Menyusun rencana dan policy[10] bersama.
b.      Memberikan bantuan kepada anggota kelompok dalam menghadapi dan memacahkan persoalan- persoalan.
c.       Membangkitkan dan memupuk semangat kelompok, atau memupuk moral yang tinggi kepada anggota kelompok.
d.      Mempertinggi daya kreatif pada anggota kelompok.
2.      Dalam hubungan kemanusiaan
a.       Memanfaatkan kekeliruan ataupun kesalahan-kesalahan yang ada untuk dijadikan pelajaran demi perbaikan selanjutnya, bagi diri sendiri maupun bagi anggota kelompoknya.
b.      Membantu mengatasi kekurangan ataupun kesulitan yang dihadapi anggota kelompok, seperti dalam hal kemalasan, merasa rendah diri, acuh tak acuh, pesimistis [11].
c.       Menghilangkan rasa saling mencurigai antara anggota kelompok.[12]
3.      Dalam pembinaan proses  kelompok
a.       Mengenal masing-masing pribadi anggota kelompok, baik kelemahan maupun kemampun masing-masing.
b.      Memperbesar rasa tanggung jawab para anggota.
4.      Dalam bidang administrasi personel
a.       Memilih personil yang memiliki syarat-syarat dan kecakapan yang diperlukan untuk suatu pekerjan.
b.      Menempatkan personil pada tempat dan tugas yang sesuai dengan kecakapan dan kemampuan masing-masing.[13]
Adapun analisis yang lebih luas seperti yang dibahas oleh Swearingen, ia mengemukakan delapan fungsi supervisi. Delapan fungsi tersebut adalah mengkoordinasi semua usaha kelas, melengkapi kepemimpinan sekolah, memperluas pengalaman guru-guru, menstimulasi usaha-usaha yang kreatif, memberi fasilitas dan penilaian yang terus menerus, menganalisis situasi belajar mengajar, memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap anggota staf, memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.
1.      Mengkoordinasi  semua usaha sekolah
Perubahan dalam dunia pendidikan terjadi secara terus-menerus, maka kegiatan sekolah juga semakin bertambah, usaha-usaha sekolah juga semakin menyebar. Maka dari itu perlu adanya koordinasi yang baik terhadap semua usaha sekolah.
2.      Memperlengkap kepemimpinan sekolah
Dalam masyarakat demokratis kepemimpinan yang demokratis perlu dikembangkan. Kepemimpinan merupakan suatu yang harus dipelajari. Jadi dalam hal ini fungsi supervisi adalah melatih dan memperlengkapi guru-guru agar mereka memiliki ketrampilan dan kepemimpinan dalam kepemimpinan sekolah.[14]
3.      Memperluas pengalaman guru-guru
Fungsi supervisi pendidikan adalah memberi pengalaman-pengalaman baru kepada para guru, anggota-anggota staff sekolah, sehingga mereka semakin bertambah pengalaman dalam hal mengajar maupun dalam administrasi sekolah.
4.      Menstimulasi usaha-usaha sekolah yang kreatif
Supervisi bertugas menciptakan suasana yang meyakinkan guru-guru dapat berusaha meningkatkan potensi-potensi kreativitas dalam dirinya. Selain itu juga kemampuan untuk menstimulir segala daya kreasi baik bagi anak-anak, orang yang dipimpinnya dan bagi dirinya sendiri.
5.      Memberikan fasilitas dan penilaian secara terus-menerus
Untuk meningkatkan kualitas diperlukan penilaian secara kontinu. Melalui penelitian dapat diketahui kelemahan dan kelebihan dari hasil dan proses belajar mengajar. Penilaian ini harus bersifat menyeluruh dan kontinu. Menyeluruh berarti penilaian itu menyangkut semua aspek kegiatan sekolah, misalnya memiliki bahan-bahan pengajaran, buku-buku pengajaran, perpustakaan, cara mengajar guru, dan kemajuan murid-muridnya. kontinu dalam arti penilaian berlangsung setiap saat, yaitu pada awal, pertengahan, dan pada akhir.
6.      Menganalisis situasi belajar mengajar
Agar usaha memperbaiki situasi belajar dapat tercapai, maka perlu dianalisis hasil dan proses pembelajaran. Dalam situasi belajar-mengajar peranan guru dan peserta didik sangatlah penting. Memperoleh data mengenai aktivitas guru dan peserta didik akan memberikan pengalaman dan umpan balik terhadap perbaikan pembelajaran. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi perbaikan pembelajaran. Fungsi supervisi adalah menganalisis faktor-faktor tersebut. Penganalisisan memberi pengalaman baru dalam menyusun strategi dan usaha ke arah perbaikan.
7.      Memperlengkap setiap para guru dengan pengetahuan yang baru dan keterampilan-keterampilan baru
Setiap guru memiliki potensi dan dorongan untuk berkembang. Sebagian besar potensi-potensi tersebut tidak berkembang, maka dari itu supervisi berfungsi sebagai pemberi dorongan dan membantu guru agar mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal mengajar.[15]
8.      Memadukan dan menyelaraskan tujuan-tujuan pendidikan dan membentuk kemampuan-kemampuan
Untuk mencapai suatu tujuan yang lebih tinggi harus berdasarkan tujuan-tujuan yang sebelumnya, ada hierarki[16] kebutuhan yang harus selaras. Fungsi supervisi di sini adalah membantu setiap individu, maupun kelompok agar sadar akan nilai-nilai yang akan dicapai itu, memungkinkan penyadaran akan kemampuan diri sendiri.[17]

B.       KESIMPULAN
Supervisi pendidikan adalah usaha dari petugas-petugas sekolah dalam memipin guru-guru dan petugas-petugas lainnya dalam memperbaiki pengajaran, termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan jabatan dan perkembangan guru-guru serta merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode serta evaluasi pengajaran.
Sedangkan Briggs mengungkapkan bahwa fungsi utama supervisi bukan perbaikan pembelajaran saja, tapi untuk mengkoordinasi, menstimulasi, dan mendorong ke arah pertumbuhan profesi guru. Dengan kata lain seperti yang diungkapkan Kimball Wiles bahwa fungsi dasar supervisi ialah memperbaiki situasi belajar- mengajar dalam artian yang luas.
Adapun analisis yang lebih luas seperti yang dibahas oleh Swearingen, ia mengemukakan delapan fungsi supervisi. Delapan fungsi tersebut adalah:
a.       Mengkoordinasi semua usaha kelas.
b.      Melengkapi kepemimpinan sekolah.
c.       Memperluas pengalaman guru-guru.
d.      Menstimulasi usaha-usaha yang kreatif.
e.       Memberi fasilitas dan penilaian yang terus menerus.
f.       Menganalisis situasi belajar mengajar.
g.      Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada setiap anggota staf.
h.      Memberi wawasan yang lebih luas dan terintegrasi dalam merumuskan tujuan-tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru-guru.



     DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, M,  Administrasi Pendidikan, Jakarta : Rineka Cipta, 2005.
M. Echols, John & Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.
Pidarta, Made,  Supervisi Pendidikan Kontekstual, Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Purwanto, Ngalim,  Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.
Sahertian, Piet A. , Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan, Jakarta : Rineka cipta, 2008.
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2005. Cet. 3.
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/ezines-and-newsletters/2012215-fungsi-supervisi-pendidikan/#ixzz1p9Mvahwo, (15/03/2012, 09:46)
http://makalah-pendidikan-pendidikanpaper.blogspot.com/2011/01/fungsi-fungsi-supervisi-pendidikan.html, (15/03/2012, 10:25)
http://Borneoneo.wordpress.com/2008/09/16/tujuan-dan-fungsi-supervisi/, (02/04/2012, 19:47)
http://www.dhanay.co.cc/2009/10/tugas-dan-fungsi-supervisi-pendidikan.html, (15/03/2012, 14:00)



[1]Piet A. Sahertian, Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan, (Jakarta : Rineka cipta, 2008),  hlm. 1. 
[2] Made Pidarta, Supervisi Pendidikan Kontekstual, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 3.
[3]M. Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta : Rineke Cipta, 2005), hlm. 178.
[4] http://makalah-pendidikan-pendidikanpaper.blogspot.com/2011/01/fungsi-fungsi-supervisi-pendidikan.html, (15/03/2012, 10:25)
[5] Borneoneo.wordpress.com/2008/09/16/tujuan-dan-fungsi-supervisi/, (02/04/2012, 19:47)
[6] Mengkoordinasi bersal dari kata Koordinasi yang berarti perihal mengatur suatu organisasi atau kegiatan, sehingga peraturan tindakan yang akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur. Lihat KBBI, hlm. 593.
[7] Piet A. Sahertian, Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan, hlm. 21.
[8] Kontinu dapat diartikan dengan berkesinambungan, berkelanjutan, dan terus-menerus. Lihat KBBI, hlm. 591.
[9] http://www.dhanay.co.cc/2009/10/tugas-dan-fungsi-supervisi-pendidikan.html, (15/03/2012, 14:00)
[10] Kata Policy berasal dari bahasa Inggris yang berarti  suatu Kebijakan. Lihat John M. Echols & Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005), hlm. 437.
[11] Pesimistis adalah bersikap atau berpandangan tidak mempunyai harapan baik, mudah putus asa, ragu akan kemampuan atau keberhasilan suatu usaha. Lihat KBBI, hlm. 866.
[12] Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), hlm. 86.
[13] Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, hlm. 87.
[14] http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/ezines-and-newsletters/2012215-fungsi-supervisi-pendidikan/#ixzz1p9Mvahwo, (15/03/2012, 09:46) 
[15]Piet. A Sahertian,  Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan, hlm. 24.
[16] Hierarki adalah urutan, tingkatan, atau jenjang jabatan (kedudukan). Lihat KBBI, hlm. 400.
[17] http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/ezines-and-newsletters/2012215-fungsi-supervisi-pendidikan/#ixzz1p9Mvahwo, (15/03/2012, 09:46)

2 komentar:

Poskan Komentar